0
Fenomena Politik di Indonesia

Fenomena Politik di Indonesia,

dukun-dukun pun

menceburkan diri

mau ‘kungkum’ di dunia politik

DUNIA politik di Indonesia selain diramaikan oleh para selebritas yang lebih menonjolkan popularitas dibanding kualitas, kini juga diminati oleh orang aneh, nyentrik, termasuk dukun pelaku kemusyrikan.

Dukun itu sendiri, karena menggeluti hal-hal ghaib namun tanpa berlandaskan wahyu Allah Ta’ala, maka ummat Islam sangat dilarang untuk mendatangi, bertanya, apalagi meyakini perkataan dukun. Ancamannya sangat berat, tidak diterima shalatnya 40 malam atau bahkan dinilai tidak percaya kepada wahyu yang diberikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah SAW bersabda:

« مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ »

“Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun lalu dia membenarkan apa-apa yang dikatakan maka sungguh dia telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad” (HR Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa mendatangi ‘arraaf’ (tukang ramal)) dan bertanya kepadanya, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh malam.” (HR. Muslim 11/273, Ahmad 33/457, 47/199)

Ini karena pengakuan mereka mengetahui perkara ghaib, pelayanan dan penyembahan mereka kepada para jin, serta penipuan mereka terhadap manusia dengan perbuatan sihir yang mereka lakukan, dimana Allah berfirman dalam kisah Nabi Musa dan Fir’aun:

قَالَ أَلْقُوا فَلَمَّا أَلْقَوْا سَحَرُوا أَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَاءُوا بِسِحْرٍ عَظِيمٍ

Musa menjawab: “Lemparkanlah (lebih dahulu)!” Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (mena’jubkan). (Al-A’raf:116).

Maka tidak boleh mendatangi mereka (dukun, tukang sihir, santet, aji pengasihan, tukang pasang susuk agar cantik/ menarik dan semacamnya, tukang ramal dan semacamnya), dilarang bertanya kepada mereka, karena ada hadits mulia dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mengancam dengan tegas:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ فِيْمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun dan membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Hakim 1/18, Thobroni Al-Kabir 8/403, AlAusath 3/470).

Dunia politik di Indonesia akhir-akhir ini bermunculan pula orang-orang yang dikecam oleh Islam itu yakni dukun-dukun yang dulunya mereka sembunyi-sembunyi (karena umat Islam dulu banyak yang diberi tahu ulama bahkan ormas seperti Muhammadiyah –dulu memberantas kemusyrikan dan aneka keyakinan batil– menyadari dan mengerti bahwa dukun itu teman setan, tidak boleh didekati apalagi ditanya, apalagi dipercaya; dan orang yang mendatangi lalu bertanya tentang sesuatu lalu percaya maka berarti tidak yakin kepada wahyu yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam). Namun belakangan, ketika masyarakat tahu bahwa para pentolan di negeri ini banyak yang jadi “pasien” dukun teman setan di mana-mana, maka dukun-dukun  mulai menampakkan diri, bahkan mengiklankan diri, bahkan kemudian saling bersaing berebut pengaruh, dan belakangan hingga mereka berani ikut berebut kekuasaan lewat politik.

Sebenarnya, ironis dan sekaligus pukulan bagi dukun-dukun, ketika mereka mencebur bahkan kungkum di dunia politik lalu gagal atau jeblok atau kalah dalam pemilihan kepala daerah dan semacamnya; berarti dua pukulan telak bagi dukun. Pertama, kekalahan itu sendiri malu dan tidak mudah sembuhnya, dan ditambah masalah kedua yakni ketahuan bohongnya. Dukun kan biasa “menjadi penasehat spiritual” bagi orang-orang yang akan maju dalam pemilihan kepala daerah dan sebagainya (yang tidak menjaga iman tapi haus kekuasaan). Lha kok ketika diri dukun yang mengaku tahu hal ghaib yang akan datang itu sendiri maju dalam pemilihan, ternyata hasilnya jeblok, kalah. Itu berarti ketahuan bohongnya, ternayata jelas tidak tahu apa yang akan terjadi. Sedangkan mau menyalahkan setan yang membisikinya, tidak kuasa pula. Meskipun resikonya seperti itu, tetap saja ada dukun-dukun yang ikut berebut kekuasaan lewat politik.

Limbad

Limbad

Salah satu diantaranya adalah Limbad. Selain nyentrik, Limbad juga terkesan berbau mistis. Disebut nyentrik, karena Limbad selama ini tidak pernah berbicara, meski ia tidak gagu. Selama ini selalu ada pihak ketiga yang menjadi penyambunglidahnya.

Disebut berbau mistis, karena ia selalu membawa burung hantu yang diberi nama Burhan. Burung hantu itu, konon ia temukan sepuluh tahun silam, dalam keadaan hampir mati, di sebuah hutan. Karena kasihan, Limbad merawat burung itu hingga sekarang. Selama ini sosok burung hantu menjadi unsur dominan di dalam dunia mistis yang tentunya syirkiyah.

Sosok Limbad  kelahiran Tegal, 6 Juli 1972 ini, menjadi populer sejak ia memenangkan program The Master di salah satu teve swasta. Sejak awal Limbad konsisten menampilkan adegan-adegan yang terkesan berbahaya dan memancing ketegangan. Bahkan ia memecahkan rekor untuk sejumlah atraksinya.

Limbad adalah pemegang rekor berdiri selama 20 jam di atas tower dengan ketinggian 20 meter, yang diberikan oleh Indonesia Book Record. Juga, pemenang rekor di dalam aquarium selama 24 jam untuk menyambut piala dunia 2010 lalu. Yang terbaru, Limbad pemenang rekor dikubur hidup-hidup dengan semen selama 12 Jam untuk menyambut tahun baru 2012 lalu.

Kesan mendalam yang kita peroleh dari sejumlah prestasi Limbad tadi adalah, sebagai muslim ia sepertinya sampai hati meninggalkan shalat demi memecahkan rekor berjam-jam, bahkan sampai dua puluh empat jam.

Kini, sosok yang enggan bicara dan berani meninggalkan shalat ini, mencalonkan diri sebagai calon bupati Tegal pada Pemilukada Tegal 2013. Limbad diusung Partai Golkar (Golongan Karya) yang berkoalisi dengan Partai Hanura (Hati Nurani Rakyat) dan PKNU (Partai Kebangitan Nasional Ulama).

Selain Limbad, ada sosok yang secara terang benderang menjalankan profesi sebagai dukun, dan populer di wilayahnya, ternyata diminati parpol tertentu dan diusung jadi anggota legislatif, dan berhasil jadi anggota DPR RI  dari daerah pemilihan Jawa Tengah III.

Mbah Roso

Mbah Roso

Sang dukun yang terkenal dengan iklan layanan paranormal untuk mencari pekerjaan yang cocok, dan terkenal dengan penggalan kalimat “anda tidak cocok kerja di air…” ini bernama asli Imam Suroso yang lebih populer dengan sebutan Mbah Roso.

Sejak 1991, mbah Roso berpraktik sebagai dukun dan dikenal dengan julukan Sang Pangeran Pengasih karena memiliki ajian pengasih Pelet Pengasihan. Juga, dikenal sebagai ahli melepas (meruwat) sesuatu yang dalam keadaan dilingkupi kemalangan, kerugian, sial, apes dan sebagainya.

Namun di tahun 2011, Mbah Roso yang diusung PDIP gagal jadi bupati Pati (Jawa Tengah). Mungkin ia perlu diruwat, dan disarankan “Jadi bupati ndak cocok, karena anda lebih cocok jadi dukun…”

Ki Gendeng Pamungkas

Ki Gendeng Pamungkas

Selain mbah Roso yang gagal jadi bupati Pati, sosok dukun lainnya juga ada yang pernah gagal jadi Walikota Bogor. Di tahun 2008 lalu, sosok bernama Isan Massardi yang lebih populer dengan sebutan Ki Gendeng Pamugkas mencalonkan diri dari jalur independen, dan gagal.

Kegagalan itu merupakan bukti nyata bahwa popularitasnya sebagai dukun kian turun. Apalagi, masyarakat Bogor memang ogah memilihnya jadi walikota. Yang jelas, ia tidak henti-hentinya membuat sensasi.

Sensasinya antara lain berupa pengakuan tobat dan menjadi ustadz. Namun pernah juga ia menyatakan tobat dan terlihat aktif memberikan kesaksian di sejumlah gereja.

Sebagaimana pernah diberitakan, pada hari Ahad tanggal 31 Maret 2002, di Gereja Isa Almasih, Semarang, sekitar 3.000 jemaat gereja dikejutkan oleh Ki Gendeng Pamungkas yang menyatakan tobat sebagai dukun santet. Di hadapan jemaat gereja ia menceritakan masa lalunya, belajar ilmu hitam, menyantet orang, dan sebagainya. Hingga, pada suatu ketika ia mengalami kelumpuhan total, bahkan tidak bisa bicara. Sejumlah paranormal dan dokter angkat tangan.

Namun, saat sedang duduk di kursi roda dan ditemani ibunya, Gendeng Pamungkas mencoba berdoa secara kristiani. “Puji Tuhan, saya akhirnya mendapat mukjizat kesembuhan,” kata Ki Gendeng Pamungkas. Konon, sejak saat itu namanya Paulus Isan Massardi.

Setelah berkeliling sejumlah gereja menyampaikan testimoninya, masyarakat Kristen pun akhirnya menyadari, itu bagian dari sensasi dan cari duit semata.

Vonny warga Kenjeran, Surabaya mengatakan, “Saya baru sadar kalau Ki Gendeng ini telah menipu sekian banyak orang. Bicara ngalor-ngidul, tapi ulahnya tetap saja.”

Mungkin dalam rangka cari sensasi dan cari duit itu pula Ki Gendeng Pamungkas di tahun 2008 lalu mencalonkan diri jadi calon Walikota Bogor, dan alhamdulillah gagal. Yang jelas, dunia politik di Indonesia selain diminati para artis juga diminati para dukun. Di sektor ini, konon bisa menghasilkan sejumlah uang yang melimpah.

Ki Joko Bodo

Ki Joko Bodo

Faktor uang melimpah ini pulalah yang barangkali menarik minat Agung Yulianto alias Ki Joko Bodo ikut audisi balon wakil walikota Makassar pada 10 Februari 2013 lalu. Menurut panitia, jumlah pendaftar mencapai 400 orang, namun yang lolos verifikasi sekitar 60 orang. Ki Joko Bodo tidak termasuk diantaranya.

Meski tidak bisa masuk dunia politik, namun ramalan-ramalannya kerap bersinggungan dengan dunia politik. Misalnya, ia pernah meramalkan bahwa kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Gunung Slamet, Jawa Tengah, merupakan pertanda bahwa pemerintahan SBY akan runtuh.

Ramalan itu disampaikan Ki Joko Bado pada 21 Februari 2013, dalam rangka merespon  kunjungan kerja (Kunker) Presiden SBY ke Kota Tegal dan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, selama tiga hari yaitu Rabu-Jumat (20-22 Februari 2013).

Perlu diingat, bahwa mempercayai ramalan dukun dapat mengakibatkan hilangnya iman.

Berbeda dengan Ki Gendeng Pamungkas dan Ki Joko Bodo yang gagal berkiprah di dunia politik, sang dukun senior Permadi, sudah sejak lama berhasil memasuki dunia politik dengan menjadi anggota legislatif dari PDIP.

Permadi

Permadi

Kini sosok bernama lengkap Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Permadi Satrio Wiwoho ini, loncat ke Partai Gerindra yang didirikan Prabowo Subianto, mantan menantu Soeharto. Permadi yang gemar berbusana hitam-hitam ini adalah kelahiran Semarang, 14 Mei 1940.

Sebagaimana Ki Joko Bodo, Permadi juga meramalkan bahwa presiden SBY akan jatuh di tahun 2013 ini. Dalam sebuah forum diskusi bertajuk Refleksi Akhir Tahun 2012 dengan tema Membedah Polemik RUU Kamnas, yang berlangsung di Gallery Cafe, Cikini, Jakarta Pusat, pada hari Rabu tanggal 26 Desember 2012 lalu, Permadi mengatakan: “Akan ada kegoncangan bagi pemerintahan, sehingga saya memiliki keyakinan SBY akan jatuh tahun depan tidak sampai 2014.”

Menurut Permadi, sepanjang tahun 2012 pemerintahan SBY-Boediono mendapat kritik tajam dari lawan-lawan politiknya, karena kerap diterpa isu korupsi. Pada tahun 2013, cobaan terhadap Kabinet Indonesia Bersatu II pun akan kian kencang, bahkan Presiden SBY diramalkan akan jatuh.

Sekali perlu diingat, bahwa mempercayai ramalan dukun dapat mengakibatkan hilangnya iman.

Begitulah konten dunia politik nasional, ada perzinaan, korupsi, dan ramalan-ramalan para dukun, yang kesemuanya itu tidak memberi manfaat apa-apa bagi rakyat Indonesia, bahkan sebaliknya. (haji/tede/nahimunkar.com)

kung·kum v berendam dalam air selama berjam-jam pada waktu malam dengan maksud bertirakat (KBBI).

Sumber:

http://nahimunkar.com/fenomena-politik-di-indonesia-dukun-dukun-pun-menceburkan-diri-mau-kungkumi-di-dunia-politik/

Leave a Reply