4
Habib Homo Hasan Assegaf Saat Santai Di Pantai

Babak Baru

Penyidikan Habib Hasan

Terlapor kasus pencabulan, Habib Hasan Assegaf, akhirnya memenuhi panggilan polisi. Testimoni korban baru terus mengalir. Hasan masih berceramah bahwa laporan itu bagian serangan agenda dakwahnya. —

Setelah tiga jam mendengar langsung detil pencabulan putra bungsunya di depan penyidik, Aminah, sapa saja begitu, mengeluh pusing. Selasa malam, 6 Maret lalu, Aminah mendampingi putra ketiganya, Faruq, 18 tahun, bukan nama sebenarnya, korban pencabulan Habib Hasan bin Ja’far Assegaf, ketika diperiksa penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Habib Homo Hasan Assegaf Saat Menghisap Rokok

Habib Homo Hasan Assegaf Saat Menghisap Rokok

Begitu keluar ruang pemeriksaan, langkah Aminah sempoyongan, lalu, bruk!, pingsan. Faruq spontan menyangga tubuh ibunya sehingga tak terjatuh. Kerabat lain pendamping Faruq mencarikan kursi roda. Aminah dibawah ke dokter jaga di Markas Polda.

Aminah miris mendengar aksi menjijikkan sang Habib pada putranya. Ayah Faruq tak bisa mendampingi, karena tengah bekerja di mini market daerah Pondok Labu, Jakarta Selatan. Selain Faruq, penyidik memeriksa Alan, 16 tahun, panggil saja begitu, korban lain Habib Hasan. Keduanya menggenapi jumlah 14 korban yang sudah dimintai keterangan polisi.

Alan putra bungsu dari 9 bersaudara dan telah ditinggal wafat ayahnya sejak usia 8 tahun. Seperti Faruq, Alan juga didampingi ibunya. Bersama mereka, turut menyertai pengacara dari Tim Pembela Muslim, Guntur Fatahillah.

Faruq dan Alan tercatat korban terbaru yang melapor ke Polda sejak dilaporkannya kasus ini pertama kali pada 16 Desember 2011. Pekan depan, menurut kerabat korban, satu korban baru bersiap melapor. Sejumlah korban di bawah umur telah diperiksa psikolog di Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Habib Homo Hasan Assegaf Saat Santai Di Pantai

Habib Homo Hasan Assegaf Saat Santai Di Pantai

Dua hari setelah pemeriksaan korban ke-14 itu, Habib Hasan akhirnya dipanggil untuk diperiksa, Kamis siang, 8 Maret silam. Pemanggilan ini jadi momentum paling dinanti keluarga korban. Karena sempat berkembang kekhawatiran di kalangan korban, bahwa polisi tak berani menindak Habib Hasan, mengingat jamaah pengajiannya yang ribuan di Jabodetabek.

Seperti saat pertama dipanggil Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), 17 Februari lalu, pada jadwal pertama di Polda, Kamis lalu, Hasan tidak hadir. “Beliau ada ceramah hari ini yang tidak bisa ditinggalkan,” kata pengacara Hasan, Sandy Arifin, yang mewakili ke Polda, untuk minta penundaan.

Soal ketidakhadiran ke KPAI, Sandy menyatakan, Hasan belum punya waktu. Ke depan, kata Sandy, Hasan berjanji akan memenuhi panggilan KPAI. “Insya Allah di KPAI akan hadir,” tegas dia. Wakil Ketua KPAI, Asrorun Ni’am Sholeh menjelaskan, Hasan pernah minta bertemu di luar kantor KPAI, tapi ditolak.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, memaparkan, status Hasan masih sebagai saksi. Peningkatan status sebagai tersangka menunggu proses penyidikan. “Nanti setelah didapatkan keterangan dari Habib, kemudian dikaitkan dengan para saksi, apakah ditingkatkan jadi tersangka, kita tunggu prosesnya,” tambahnya. Kamis pekan ini, Hasan dijadwalkan diperiksa kembali.

Asrori S. Karni dan Haris Firdaus

Sumber:

http://www.gatra.com/nasional-cp/1-nasional/10166-babak-baru-penyidikan-habib-hasan

4 Responses

  1. Ihsanuddin 16. Apr, 2012 #

    MUHAMMAD RASULULLAH JUNJUNGAN KITA
    NABI TERAKHIR LAGI MULIA
    HASAN ASSEGAF MANUSIA DURJANA
    BERSAMA PENGIKUTNYA MASUK NERAKA

  2. wiro sableng 18. Apr, 2012 #

    Sangat mudah bagi Allah untuk menjatuhkan seseorang,dimana jamaahnya mengkultuskan keturunan nabi dan dipuja-puja,tp apa akhir perjalanan hidupnya…..,dia akan MENDEKAM DI SEL…..,insha Allah kedoknya akan terbongkar…..

  3. IslamyangSejuk 06. May, 2012 #

    terus saja mengutuk. orang terlihat dari apa yang keluar dari mulutnya

  4. Baidlowi 06. May, 2012 #

    tanpa dikutuk pun pengikut syi’ah sudah terkutuk, apalagi selain syi’ah homo pula, sangat-sangat terkutuk.

Leave a Reply