1
Henry Yosodiningrat

Jihad Memerangi Narkoba

Ala NU dan Granat

Oleh alburhaner@gmail.com

Jihad Anti Riba

Nabi Isa mengajarkan pada kaumnya Bani Israil untuk membayar zakat, tetapi mereka berpaling kecuali sedikit. Itulah yang terjadi pada tahun 30 M Nabi ‘Isa ‘alaihis-salam menentang pedagang uang keluar dari tanah suci karena monopoli mereka atas dinar (uang emas) yang tidak berlogo kaisar yang adalah secara total melanggar kesucian rumah Allah. Para pedagang uang itu menuntut kematian Nabi ‘Isa beberapa hari kemudian dengan mengadu domba dengan kaisar dengan mengatakan kepada kaisar bahwa Nabi ‘Isa berusaha menjadi pemimpin Yahudi. (Baca: http://non-gharqadian.blogspot.com/2010/12/hijrah-menghadapi-radikalisme-dosa.html

Kitab Talmud

Kitab Talmud

Menurut Kitab Talmud, Jesus dieksekusi melalui pengadilan para rahib karena pemujaan terhadap berhala, yang menyebabkan orang Yahudi membuat berhala lain serta menghina otoritas para rahib agama Yahudi. Muhammad Mustafa Al-A’zami dalam Kata Pengatar Bukunya, The History of Qur’anic Text, From Revelation to Compilatioan, A Comparative Study with the Old and New Testaments, mengutip Israel Shahak, Jewish History, Jewish Religion, Pluto Press, London, 19977, pp.97-98.

Pada 6 abad kemudian, tahun 631 M Rasulullah Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyatakan pada khutbahnya di Arafah tanggal 9 Dzul-hijjah:

إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ كَحُرْمَةِ
يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا أَلاَ كُلُّ
شَيْءٍ مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ تَحْتَ قَدَمَيَّ مَوْضُوعٌ
وَدِمَاءُ الْجَاهِلِيَّةِ مَوْضُوعَةٌ وَإِنَّ أَوَّلَ دَمٍ أَضَعُ مِنْ
دِمَائِنَا دَمُ ابْنِ رَبِيعَةَ بْنِ الْحَارِثِ كَانَ مُسْتَرْضِعًا
فِي بَنِي سَعْدٍ فَقَتَلَتْهُ هُذَيْلٌ وَرِبَا الْجَاهِلِيَّةِ
مَوْضُوعٌ وَأَوَّلُ رِبًا أَضَعُ رِبَانَا رِبَا عَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ
الْمُطَّلِبِ فَإِنَّهُ مَوْضُوعٌ كُلُّهُ

Sesungguhnya darah dan harta benda kalian adalah suci bagi kalian sebagaimana sucinya hari ini, di bulan ini, dan di negeri ini. Ketahuilah bahwa segala sesuatu tentang urusan jahiliyah telah hapus diletakkan di bawah telapak kakiku. Tuntutan darah masa jahiliah telah dibatalkan. Dan tuntutan yang mula-mula dihapuskan dari darah kita adalah Ibnu Rabi’ah bin Harits, ia disusukan di Bani Sa’ad dan dibunuh oleh suku Hudzail. Riba jahiliah juga batal dan riba kita yang pertama aku batalkan adalah riba Abbas bin  Abdul Muththalib, semuanya menjadi hapus. (HR. Muslim)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam memesankan anti riba karena alasan mentaati Allah sebagaimana Allah melarang hamba-Nya memakan riba.

Sejarah tahun 1225

Sekitar 6 abad setelah Nabi Isa dituntut hukuman mati, pada tahun ini St. Thomas Aquinas lahir. Ia adalah ahli teologi Gereja Katolik terkemuka yang berargumentasi bahwa membebankan bunga adalah tindakan yang salah karena ia menerapkan “beban ganda” yakni membebani biaya atas uang dan atas pemakaian uang.

Konsep ini mengikuti ajaran Aristoteles yang mengajarkan bahwa tujuan diadakannya uang itu untuk melayani warga masyarakat dan untuk memudahkan pertukaran dari barang-barang yang diperlukan untuk membangun suatu kehidupan yang berbudi luhur. Bunga bertentangan dengan akal sehat dan keadilan karena ia menaruh beban yang tak perlu atas pemakaian uang.

Begitulah hukum Gereja di Eropa Abad Pertengahan melarang pengenaan bunga atas pinjaman dan menyatakannya sebagai suatu kejahatan yang disebut “riba”.

Pada sekitar 6 abad berikutnya, pada 14 April 1865, Presiden AS, Abraham Lincoln dibunuh oleh John Wilkes Booth, di gedung Teater Ford. Lincoln dibunuh karena berlawanan dengan kepentingan pedagang uang (penguasa keuangan) tersebut di atas.

Pada tahun sebelumnya, 21 November 1864, Abraham Lincoln menulis surat pada temannya, diantaranya mengatakan : “Penguasa keuangan (pedagang uang yang adalah bankir-bankir Yahudi internasional) memangsa bangsa-bangsa di masa damai dan berkomplot melawan mereka di masa kesengsaraan. Itu lebih sewenang-wenang daripada kerajaan, lebih biadab daripada otokrasi, lebih egois daripada birokrasi” (http://www.iamthewitness.com/DarylBradfordSmith_Bankers.htm)

Dari kenyataan diatas ada 3 kepentingan arti riba. Pertama, Nabi ‘Isa dan Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam memimpin umat menjalankan zakat dan shadaqah, muamalah dinar berjual beli barang dan jasa serta anti riba menentang jual beli uang. Nabi ‘Isa dan Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana para Nabi dan Rasul Allah sebelumnya, menjalankan misi mentaati kitab-kitab Allah (termasuk Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur’an) yang diwahyukan itu terjaga dari dialihkannya missi ketaatan itu pada ajaran teologi.

Kedua, hukum Gereja mengajarkan anti riba dengan alasan teologi, bukan alasan mentaati perintah dan larangan Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa dalam kitab-kitab yang diwahyukannya.

Ketiga, Abraham Lincoln dibunuh karena anti perbankan yang sejak sejarah awalnya bersendikan riba dengan alasan untuk melindungi rakyat  dari kesewenang-wenangan perbankan yang memelaratkan, menyelamatkan rakyat dari musuh keadilan, musuh kemakmuran dan musuh kesejahteraan. Bukan alasan mentaati Yang Maha Menciptakan makhluk semesta alam sesuai ajaran yang diwahyukan pada kitab-kitab-Nya.

Anti Narkoba

Ketua Umum PBNU Sail Agil Siroj menerima Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat dan anggota Granat Togar Sianipar di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (31/12). PBNU dan Granat bersinergi untuk jihad memerangi Narkoba. (Antara Foto 31 Januari 2012) http://www.antarafoto.com/peristiwa/v1328005824/jihad-melawan-narkoba

Henry Yosodiningrat

Henry Yosodiningrat

Tribunnews.com edisi Selasa, 31 Januari 2012 melaporkan, Nahdlatul Ulama, salah satu organisasi massa terbesar terus menggelorakan jihad terhadap peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang. Mereka menyerukan agar tokoh publik yang menggunakan narkoba harus mendapatkan sanski moral. Ini tak lain untuk mempersempit bahaya
penggunaan narkoba.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Granat Henry Yosodiningrat mengaku siap menindaklanjuti usulan yang disampaikan NU. “Yang terpenting sudah terjalin kerjasama. Soal teknis (kerja) nanti bisa kita rumuskan bersama-sama,” ujar Henry.

Peredaran narkoba di Indonesia, kata Henry, sudah pada titik mengkhawatirkan. Sehingga butuh keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk pemberantasannya. Setidaknya 50 anak bangsa meninggal dunia setiap harinya karena Narkoba.

Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj juga menyambut baik terjalinnya kerjasama dengan Granat. http://www.tribunnews.com/2012/01/31/sanksi-moral-kepada-tokoh-publik-pengguna-narkoba

Jihad anti narkoba, bila pejuangnya mati dalam perjuangan ada yang martir untuk kepentingan Kedua dan Ketiga dan ada yang mati syahid untuk kepentingan pertama.

Pada jihad anti riba dalam sejarahnya diatas lebih jelas musuhnya yang adalah setan manusia. Tetapi pada jihad anti narkoba adalah jihad melawan narkoba, sindikat dan konsumennya tidak melihat setan manusianya untuk diperangi. Jihad fihak anti narkoba melawan sindikat dan konsumennya yang sama-sama pelengkap penderita manual of action yang didalangi setan manusia dan tak ada kapasitas kedaulatan teritorial, zona ekonomi, militer dan keuangan yang memadai untuk memerangi sang dalang, si setan manusia. Resolusi melancarkan serangan narkoba, komitmen telah dinyatakan sejak berabad-abad diantaranya adalah sebagai berikut:

Perhatikanlah binatang-binatang yang tercekoki alkohol, yang mabuk dengan minuman itu, di mana hak pemakaian yang tidak sederhana akan apa yang tiba bersamaan dengan datangnya kebebasan. Bukan untuk kita dan bukan pula milik kita untuk menempuh jalan itu. Rakyat-rakyat Goyim (non Yahudi) termabukkan oleh minuman beralkohol ini. Para pemuda mereka telah tumbuh dengan bodoh pada klasikisme dan tumbuh dari ketidakbermoralan sejak awalnya, yang telah dibujuk kedalamnya oleh agen-agen khusus kita – oleh tutor-tutor, antek-antek, perempuan-perempuan upahan di rumah-rumah orang-orang kaya, oleh klerek-klerek dan lain sebagainya, oleh wanita-wanita kita di tempat-tempat pemborosan yang sering dikunjungi oleh Goyim (non
Yahudi). Termasuk pada angka (hitungan) ini yang terakhir yang saya buat hitungannya di atas adalah apa yang dinamakan sebagai society ladies, pengikut-pengikut sukarela dari yang lain dalam korupsi dan kemewahan. http://www.biblebelievers.org.au/przion2.htm#PROTOCOL%20No.%201

Mujahidin yang berjihad memerangi narkoba demi kepentingan kedua dan ketiga kalah kesungguhannya melibatkan Tuhan dan hukum-Nya dibandingkan dengan eksekutor serangan senjata kimia narkoba kepada non Yahudi. Dan itupun, konspirator dan eksekutor langsung menikmati kesenangan surganya seketika itu juga. Tak ada beda surga dan saatnya antara menggunakan senjata kimia narkoba maupun dengan senjata konvensional sebagaimana diberikan testimonialnya sebagaimana dikutip berikut ini:

James Petras mengutip Haaretz melaporkan penelitian Israel yang dilakukan oleh dua orang psikolog terkemuka, menggambarkan hubungan yang dalam antara sadisme dan rasisme yang ditanamkan di akademi-akademi militer Israel didukung oleh politis-politisi papan atas Israel, termasuk pejabat Keperdanamenterian.

Menurut Haaretz pada tanggal 21 Sepetmber 2007, dua orang psikolog melakukan wawancara terhadap 21 orang tentara Israel yang menggambarkan “emosi mereka yang paling dalam tentang kejahatan yang mengerikan, dimana mereka ikut ambil bagian di dalamnya: pembunuhan, pemukulan terhadap anak-anak Palestina, tindakan-tindakan mempermalukan, perusakan properti, perampokan dan pencurian”.

Salah satu dari psikolog itu terkejut saat ia mengetahui bahwa  para prajurit tersebut menikmati ‘mabuk kekuasaan’ dan merasakan kenikmatan atas penggunaan kekerasan. Ia mengatakan, “Kebanyakan dari prajurit yang saya wawancara menikmati kekerasan yang mereka sendiri ciptakan selama pendudukan (Haaretz, 21 Sepetmber 2007).

Prajurit C memberikan kesaksian, “Jika saya tidak memasuki kawasan Rafah (kota Palestina di Gaza) untuk menembaki para pemberontak – paling tidak sekali semingu, saya bisa gila.”

Prajurit D memberikan kesaksian, “Hebatnya, kau tidak perlu mengikuti hukum atau peraturan apapun. Kau merasa bahwa KAU ADALAH HUKUM. Sekali kau memasuki wilayah pendudukan, maka KAU ADALAH TUHAN!”

Pendoktrinan prajurit memberikan pembenaran diri di mata prajurit yang diwawancarai untuk mengebiri seseorang, memukul wajah seorang demonstran wanita, menembaki pejalan kaki yang tidak berbahaya, mematahkan tangan anak kecil yang masih berumur 4 tahun dan tindakan kekerasan ‘yang tidak beralasan’ lainnya. (James Petras, Zionisme dan Keruntuhan Amerika, Zahra Publishing House, Jakarta, cet. 1, 2009, hal. 40-41)

One Response

  1. Wilbert Rudick 01. Mar, 2012 #

    Hi my loved one! I want to say that this post is amazing, nice written and include almost all important infos. I would like to see extra posts like this.

Leave a Reply